Kekurangan KIA Rio

Dikenal sebagai mobil hatcahback yang cukup populer di Indonesia, tampaknya tak membuat KIA Rio memiliki kesempurnaan yang maksimal. Mobil yang bersaing dengan Honda Jazz dan Toyota Yaris ini memiliki beberapa kekurangan di beberapa sisi, antara lain sebagai berikut :

Kekurangan KIA Rio

  1. Single AirBag

Untuk sistem keselamatan, mobil ini hanya dibekali single air bag. Padahal jika kita melihat para kompetitornya, sudah dibekali dengan dual airbags. Dengan hanya menggunakan single airbag tersebut, maka airbag itu hanya dapat memberikan perlindungan kepada pengemudinya saja ketika mobil ini terjadi benturan. Sedangkan penumpang hanya dilindungi dengan seat belt saja.

Belakangan diketahui hanya KIA Rio Platinum yang dibekali dengan dual airbags tetapi itu pun harganya mahal.

  1. Kinerja AC Kurang Signifikan

Menurut laporan dari para konsumen dari tahun 2011 hingga sekarang, banyak yang mengeluhkan bahwa AC pada mobil KIA Rio ini sering tiba-tiba mati sendiri tanpa diketahui sebab yang jelas.

  1. Penggunaan Fitur yang Standar

Tidak seperti pesaingnya yang telah dibekali dengan fitur keamanan terbaru, mobil ini masih memiliki fitur keamanan yang standar.

  1. Material Interior Kurang Berkualitas

Kelemahan selanjutnya, yaitu mobil ini memiliki kualitas interior yang terkesan murahan dan tak sebanding dengan harga mobil tersebut. Namun kekurangan ini dapat ditutup dengan ruang kabin yang luas.

  1. Visibilitas Kebelakang Terbatas

Desain belakang KIA Rio yang tampak menawan tersebut memiliki efek yang negatif karena kaca belakang Rio yang lebar itu ternyata tidak memberi visibilitas yang luas bagi pengemudi melalui kaca spion dalam kabin. Hal tersebut disebabkan karena kemiringan kaca belakang yang sangat landai layaknya mobil sedan.

  1. Warna Interior yang Cerah

Menggunakan warna interior dual-tone color yang cerah, yaitu hitam dan putih beige pada dashboard maupun doortrim, serta kursi, sempat mendapat kritik dari pecinta otomotif karena warna tersebut rentan terkena noda. Oleh karenanya butuh perawatan ekstra.

  1. Tidak Cocok Menggunakan Premium

Memakai desain mesin yang sama seperti mobil Eropa, mobil ini sebenarnya hanya cocok didisi bahan bakar Pertamax atau Pertamax-Plus.

  1. Jaringan Dealer dan Bengkel Resmi Belum Luas

Jaringan dealer dan bengkel resmi hanya di terdapat di beberapa kota besar sehingga menyulitkan konsumen untuk melakukan service atau pun membeli spare part.