Kekurangan KIA Sportage

Mobil yang merupakan kompetitor Hyundai Tucson ini memiliki berbagai kelebihan dari spesifikasi yang ditawarkannya. Akan tetapi, meski memiliki berbagai kunggulan di beberapa sisi, mobil ini juga tak dapat lepas dari kekurangan yang ada. Kali ini Semisena akan mengajak kawan-kawan untuk mengetahui apa saja kekurangan mobil lansiran Korea Seltan ini. Tentunya jika kamu sudah mengetahui apa saja kekurangannya, maka dapat kamu jadikan pertimbangan apakah kamu akan membeli mobil tersebut, baik dalam keadaan baru atau tidak, dan juga pertimbangan lainnya.

Kekurangan KIA Sportage

Kekurangan pertama KIA Sportage  adalah mobil ini memiliki suspensi yang keras. Banyak orang yang mengatakan dan mengeluhkannya demikian.  Meski dengan supensi yang keras tersebut terdapat sisi positifnya, yaitu mobil ini tidak limbung untuk diajak berakselerasi, namun dengan suspensi yang keras, mobil SUV ini saat melaju di jalanan yang tidak rata maka hentakannya akan keras sehingga terasa tidak nyaman atau terasa goyang-goyang. Oleh karena itu, meski KIA Sportage tergolong sebagai crossover, namun sangat minus di suspensi.

Kedua, selain suspensi yang keras, ada kekurangan dari sisi interiornya, yakni KIA Sportage ini masih menggunakan jok berbahan kulit. Tentunya ini amat disayangkan oleh konsumen, mengingat sudah seharusnya mobil ini memberikan kenyamanan bagi penggunanya dari sisi interiornya. Bahkan, jika kita membandingkan KIA Sportage ini dengan para rivalnya, pesaing KIA tersebut sudah menggunakan jok berbahan kulit terkenal dan berkualitas tinggi yang memberikan kenyamanan bagi pengendara.

Ketiga, KIA Sportage ini memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingkan dengan kompetitornya. Seperti misalnya Hyundai Tucson yang memiliki fitur keselamatan yang lebih banyak dibandingkan dengan KIA Sportage.

Keempat, mobil besutan KIA ini memiliki peredam mobil yang kurang baik, sehingga apabila berkendara pada kecepatan diatas 75 km/jam terdengar suara mesin yang masuk ke kabin. Oleh karena itu, dari sisi peredaman tampaknya KIA harus melakukan perbaikan.

Kelima, KIA Sportage ini memiliki harga jual yang rendah dibandingkan dengan SUV lainnya. Kemungkinan besar, nilai jual yang kembali yang rendah tersebut dikarenakan pamornya kalah dengan mobil Jepang dan Eropa. Sparepart pun juga masih minim, jika kamu ingin membeli sparepart baru, maka kamu harus indent terlebih dahulu.

Tak hanya itu saja, mobil besutan merek asal Korea Selatan ini juga memiliki jaringan servis yang minim dan tidak ada di setiap kota di Indonesia sehingga cukup menyulitkan konsumen yang ingin men-service mobil KIA tersebut.